Snorkeling pertama Anda di Gili
Panduan lengkap sebelum menjelajahi perairan jernih Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air — mulai dari spot penyu, patung bawah laut Nest, pilihan kapal, hingga tips keselamatan terumbu karang.

Spot Terbaik: Turtle Point, Patung Meno & Taman Karang
Perairan 3 Gili terkenal dengan tiga destinasi utama bawah laut. Turtle Point di pesisir Gili Meno merupakan habitat alami penyu hijau dan sisik yang sering berenang tenang di kedalaman 2–4 meter. Tak jauh dari sana, terdapat patung bawah laut Nest karya pematung Jason deCaires Taylor — 48 figur manusia melingkar yang kini ditumbuhi karang alami. Spot Coral Reef dan Blue Coral menyuguhkan hamparan terumbu karang yang dipenuhi ikan badut (nemo) dan biota laut eksotis.
Pilihan Perahu: Tur Sharing Hemat vs. Private Charter Eksklusif
Sesuaikan trip dengan gaya liburan Anda. Tur Sharing harian kami (Rp250.000/orang, 4 jam dengan 3 opsi keberangkatan: 09:30, 10:30, dan 12:00; check-in 09:00, 10:00, 11:30) sangat ideal bagi solo traveler maupun pasangan — sudah mencakup perahu kaca (glass-bottom boat), perlengkapan snorkeling lengkap, singgah di Gili Air, dan foto GoPro gratis. Bagi Anda yang menginginkan privasi, Private Charter (2 atau 4 jam, mulai Rp1.000.000) menawarkan waktu berangkat bebas kapan saja (leave anytime), rute privat tanpa kerumunan, dan fleksibilitas durasi di setiap spot.
Perlengkapan yang Disediakan & Barang yang Perlu Dibawa
Semua paket kami sudah menyediakan masker snorkeling yang bersih dan steril, fin (kaki katak), jaket pelampung (life jacket) untuk semua tingkat kemampuan renang, dan air mineral botol. Yang perlu Anda bawa: pakaian renang, handuk pantai cepat kering, dry bag tahan air untuk ponsel dan dompet, serta uang tunai secukupnya untuk makan siang di Gili Air. Kami sangat menyarankan memakai tabir surya ramah karang (reef-safe sunscreen) atau baju renang lengan panjang (rashguard) demi melindungi biota laut.
Kondisi Laut, Waktu Terbaik & Etika Menjaga Ekosistem
Pagi hari (antara pukul 09:00 hingga 11:30) umumnya menawarkan kondisi laut paling tenang dengan jarak pandang (visibility) terjernih sebelum angin siang berhembus. Selalu patuhi arahan kapten dan kru lokal. Ingat aturan emas konservasi laut: jaga jarak minimal 2 meter dari penyu, jangan pernah menyentuh, mengejar, atau menghalangi jalurnya mengambil napas ke permukaan, serta hindari berdiri atau menginjak terumbu karang hidup.